Kolaka I pa-kolaka.go.id
Usai menuntaskan pemeriksaan perkara (sidang keliling) di Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, pimpinan Pengadilan Agama (PA) Kolaka silaturrahmi ke ruang kerja Wakil Bupati. Selain untuk sowan ke “pemilik” kabupaten, kunjungan silaturrahmi tersebut dalam rangka menyampaikan hal ihwal untuk kelancaran sidang di luar pengadilan tersebut.
Hari Kamis (13/2/2020), Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, dan Kasubag Kepegawaian PA Kolaka menyambangi orang nomor dua di Kabupaten Kolaka tersebut. Kunjungan “dadakan” yang dilakukan dirasa urgen, agar pelaksanaan sidang keliling, sebagai program unggulan Mahkamah Agung (MA) tersebut dapat berjalan lancar.
Pimpinan PA Kolaka (harus) menemui Wakil Bupati, karena disaat yang bersamaan Bupati sedang tidak berada di tempat. Bahkan jika memungkinkan dengan Sekretaris Daerah, jika seadainya kedua pimpinan kabupaten yang mekar dari Kabupaten Kolaka pada tahun 2013 silam tersebut tidak berada di tempat.
Bahwa kedatangan Ketua dan rombongan PA Kolaka sangat tidak berkaitan dengan politik. Sebab, sejatinya pengadilan sebagai lembaga yudikatif tidak punya urusan dengan hal-hal tersebut. Karena tak bisa dipungkiri, saat ini sedang tahun politik untuk pemilihan kepala daerah, dan Wakil Bupati yang didatangi merupakan salah satu kandidat yang ikut bertarung dalam pesta demokrasi nanti.
Keinginan Muhammad Surur, S.Ag., Ketua PA Kolaka bersama Ilman Hasjim, SHI, MH (Wakil Ketua) serta beberapa pejabat lingkup PA Kolaka semata untuk kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi waktu tersebut berjalan, dan jika tidak segera ditindaklanjuti, akan menemui kendala-kendala di lapangan.
Saat bertatap muka dengan Wakil Bupati, Ketua PA Kolaka menyampaikan progres pelaksanaan yang sudah kali ketiga dilaksanakan di Kabupaten Kolaka Timur. Dan tentu ke depan masih terdapat beberapa kali kegiatan yang sama. Sehingga untuk kesuksesan pelaksanaan tersebut, Ketua yang “diamini” pejabat lain menyampaikan maksud agar difasilitasi kegiatan yustisial tersebut.
Sebagai tuan rumah, wakil bupati sangat merespon kebijakan yang sedang dan akan dijalankan PA Kolaka. Beliau langsung menawarkan beberapa tempat yang representatif dan layak untuk digelar sidang, jika di masa berikutnya menggelar kembali kegiatan yang sama. Termasuk yang sempat disebut beliau adalah kantor yang pernah digunakan sebagai sekretariat sementara pemerintah daerah sebelum gedung permanen berfungsi sepergi sekarang.
Setelah selesai berbincang, kemudian pimpinan dan segenap rombongan meninggalkan kantor yang berdekatan dengan “tempat wisata” puncak sorombipi tersebut untuk kembali ke Kolaka.
(IH)


