Kolaka I pa-kolaka.go.id
Ada pemandangan menarik yang terjadi pada hari Jumat (10/01/2020) di halaman kantor Pengadilan Agama (PA) Kolaka. Kali ini kegiatan yang dilaksanakan adalah sesuatu yang pertama dalam sejarah Pengadilan Agama Kolaka, yakni Pelatihan Baris Berbaris.
Mendengar kata “Baris Berbaris” pasti yang tersirat dalam pikiran adalah upacara sewaktu masih di bangku Sekolah Dasar hingga tamat SLTA. Latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) ini merupakan salah satu program kerja “Tersier“ PA Kolaka, yang lahir dari pemikiran Wakil Ketua PA Kolaka Ilman Hasjim, S.HI.,M.H.
Kali ini, latihan PBB dipandu Kasubag Kepegawaian, Organisasi, & Tata Laksana Suharman Samudra, S.H. Beliau merupakan seorang Purna Paskibraka yang masih aktif melatih PBB dan kegiatan Paskibraka lainnya dari sejak tahun 2003 hingga sekarang. Bahkan masih berkecimpung di kepengurusan Organisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

Menurut Suharman, latihan PBB adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan guna menanamkan kedisiplinan, kekompakan, jasmani yang bugar, pembentukan mental dan karakter. Yang seluruh hal tersebut diperlukan dalam pelaksanan tugas-tugas kedinasan sehar-hari. Pembentukan watak, jiwa korsa, dan kekompakan, tercermin dari gerakan dan kesesuaian dengan aba-aba pemimpin pasukan yang di depan.
Kegiatan ini di ikuti oleh staf / pelaksana dan seluruh tenaga PPNPN PA Kolaka. Di dampingi langsung Ketua dan Wakil Ketua PA Kolaka, yang terkadang ikut membantu melatih PBB. Kegiatan berjalan lancar dan tertib walaupun dibawah terik matahari. Namun itu semua tidak menyurutkan semangat latihan.
Ketua PA Kolaka, Muhammad Surur, S.Ag sangat mengapresiasi animo para peserta latihan. Menurutnya kegiatan ini perlu dijadwalkan secara rutin karena untuk kepentingan upacara dan apel, dimana Pemimpin Upacara atau Apel tersebut wajib menguasai PBB atau minimal memahami tata cara pelaksanaannya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta tampil memperagakan simulasi pelaksanaan apel pagi, Satu persatu peserta maju untuk “unjuk” keterampilan baris-berbaris. Kadangkala diselingi canda tawa untuk menghangatkan suasana dan menguatkan ikatan emosional di antara peserta.
(man_samudra)


