Bombana I pa-kolaka.go.id
Pimpinan Mahkamah Agung (MA) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ketua Pengadilan Agama (PA) Gorontalo. Almarhum yang menghembuskan nafas terakhir saat mengikuti kegiatan di Jakarta mengundang reaksi duka banyak pihak. Karena jauh dari keluarga dan kampung halaman, Sekretaris Badan Peradilan Agama (Badilag) MA diamanahkan untuk menyerahkan jenazah mantan Ketua PA Poso tersebut pada keluarga.
Jum’at pagi, 9 Agustus 2019, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., Sekretaris Badilag bertolak meninggalkan Jakarta menuju Kendari, Ibu Kota Sulawesi Tenggara. Kabarnya, maskapai yang ditumpangi adalah pesawat Garuda. Tugas utama beliau menyampaikan jenazah almarhum Drs. H. Patte, S.H., M.H., Ketua PA Gorontalo kepada keluarga di tanah kelahirannya.
Almarhum adalah putra asli Boepinang, Kabupaten Bombana. Keluarga besar almarhum berada di Kecamatan yang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Jarak tempuh dari ibukota Kabupaten Kolaka kurang lebih 100 km.
Informasi yang didapatkan tim redaksi, Pejabat Eselon II MA tersebut tiba di Bandara Halu Oleo Kendari sekira pukul 10.30 waktu setempat. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Tenggara dan beberapa Hakim Tinggi, termasuk Panitera dan Sekretaris PTA Sultra ikut menyambut kedatangan jenazah. Bahkan pimpinan dan beberapa hakim PA Kendari Kelas IA ikut “stand by” di ruang kedatangan.
Selang berapa lama, sekitar pukul 12.00 WITA, mobil ambulans yang telah disiapkan, mengantar jenazah untuk diberangkatkan ke Kecamatan Boepinang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Jarak tempuh yang dilalui kurang lebih 230 km dengan waktu tempuh 5 jam. Sekitar jam 17.00 WITA mobil jenazah dan iringannya tiba di kediaman keluarga almarhum. Pimpinan dan pegawai PA Kolaka dan Rumbia sudah lebih dulu berada di rumah duka.
Atas kesepakatan keluarga, jenazah almarhum disholatkan di masjid terdekat. Prosesi pelaksanaan sholat jenazah dipimpin langsung imam masjid setempat yang dilakukan usai sholat maghrib berjamaah. Sekretaris Badilag, Wakil Ketua PTA Sultra, dan beberapa pejabat dari lingkungan Peradilan Agama lingkup PTA Sultra juga ikut mensholati.
Usai sholat jenazah, dan rombongan Ketua PTA Gorontalo tiba di lokasi, kemudian dilakukan seremonial penyerahan jenazah kepada keluarga. Dalam sambutannya, Sekretaris Badilag menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan Mahkamah Agung, karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
“Ucapan terimakasih atas pengabdian almarhum selama 29 tahun di Mahkamah Agung, khususnya di lingkungan Peradilan Agama”, ungkap Arief Hidayat, Sekretaris Badilag yang dilantik pada tanggal 14 Februari 2019 silam.
Usai penyerahan tersebut, kemudian, malam itu juga, jenazah dibawa ke pemakaman umum setempat. Jaraknya kurang lebih 1 km dari masjid tempat disholatkan. Iring-iringan jenazah dihadiri pula masyarakat setempat, yang ikut bersama mengantar ke tempat peristirahatan terakhir.
Semoga almarhum khusnul khotimah. Beliau gugur saat menjalankan tugas kedinasan di salah satu hotel di kawasan Ancol, Jakarta. Almarhum tidak sadarkan diri pada Kamis sore, 8 Agustus 2019 saat presentasi materi tentang Zona Integritas PA Gorontalo. Coba dilarikan ke rumah sakit terdekat, tapi nyawa almarhum tidak tertolong lagi.
(IH)


