Kolaka I pa-kolaka.go.id
Bangsa Indonesia punya sejarah baru. Tepat 1 Juni 2016, Presiden menerbitkan Surat Keputusan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila. Selain ditetapkan sebagai libur nasional, pada tahun 2017 ini juga diwajibkan menggelar upacara bendera. Tak terkecuali Pengadilan Agama (PA) Kolaka.
Bertempat di halaman kantor, Kamis (1/6/2017), upacara dilangsungkan tepat pukul 08.00 WITA. Ketua PA Kolaka bertindak sebagai inspektur upacara, yang dihadiri seluruh hakim, pejabat struktural dan fungsional dan para staf.
Meskipun bernuansa puasa ramadan, tidak mengurangi semangat peserta upacara. Apalagi cuaca sangat bersahabat, karena dihari-hari sebelumnya Kolaka dan sekitarnya awan selalu mendung yang sering disertai guyuran hujan.
Dari surat edaran yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia bertanggal 18 Mei 2017, ada tata cara berbeda dalam pelaksanaan upacaranya. Misalnya ada pembacaan SK Presiden tentang Hari Lahir Pancasila.
Juga yang berbeda adalah penyeragaman sambutan Presiden yang disampaikan langsung oleh Inspektur Upacara dan kesamaan naskah doa yang dibacakan di akhir acara.
Poin penting dari sambutan Presiden adalah sorotan tentang keberagaman yang mulai luntur. Termasuk dalam naskah doa seragam juga menjelaskan hal dan maksud yang sama. Bahkan dalam penggalan naskah sambutan juga menyinggung tentang penyalahgunaan media sosial.
“Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman”, demikian petikan sebagian sambutan Presiden yang dibacakan Drs. Kalimang, MH, Ketua PA Kolaka.
“Kehidupan bangsa dan bernegara kita mengalami tantangan. Kebhinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan dan keikaan kita”, ucap alumni Magister Hukum Universitas Muslim Indonesia ini.
Dari penggalan doa yang dibacakan juga ada kalimat-kalimat yang menyentuh. Semua tentang pentingnya Pancasila karena bisa sebagai momentum untuk bisa merekatkan persatuan dan kesatuan.
“Hindarkan bangsa dan negara kami dari fitnah dan marah bahaya, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan”, ungkap Syamsul Bahri, BA, Wakil Panitera PA Kolaka ketika membacakan doa. Hingga kemudian upacara selesai dan ditutup.
(Ilman Hasjim)


